Kursus di Surabaya



Pages

Selasa, 16 September 2014

Program Wira Usaha Mahasiswa - Kuliah Sambil Kerja

Bermodal Urunan Rp 50 Ribuan, 20 Mahasiswa Akpar Majapahit Buka Usaha Sendiri, Dirikan Celcius Bakery


HASRAT kuat 20 mahasiswa Akpar Majapahit untuk membuka usaha sendiri dengan mendirikan Celcius Bakery akhirnya terwujud, setelah keinginan mereka diapresiasi oleh dosen pembimbing, Chef Simon Marga, yang mewakili pihak manajemen Akpar Majapahit, Kamis (4/9) lalu.

Celcius Bakery yang dimanageri oleh Ignazio Kenneth dan anggotanya 19 mahasiswa Semester I Jurusan Pastry Akpar Majapahit itu berhasil menghimpun  modal dasarnya sekitar Rp 1 jutaan. Modal sebesar itu dihimpun dari hasil urunan 20 mahasiswa @ Rp 50.000 perorang.

Sebelum berproduksi, mereka bersepakat membuat beberapa roti kering yang sekarang lagi nge-trend di Surabaya, yakni almond crispy, panacotta (seperti pudding), macaron (sejenis cookies). Selain ketiga produk itu, Celcius Bakery juga melayani pemesanan seperti kue pie dan aneka kue lainnya.

”Dari modal urunan tersebut, kami berhasil memproduksi almond crispy 20 toples dari mika transparan @ukuran 50 gram, panacotta 15 cup dan macaron 30 pieces. Gak nyangka, produk itu ternyata laku keras terutama almond crispy yang dipesan konsumen dari Jember dan Merauke,” ujar Kenneth didampingi Chef Simon Marga, di dapur pastry Tristar Culinary Institute (TCI), Selasa (9/9) siang.

Cara pembelian sistem gethok tular antarteman dan menggunakan layanan online system ternyata direspons luar biasa. Pihaknya tidak mengira kalau produk yang dibuat teman-teman dari Celcius Bakery ini mendapat atensi dari konsumen yang berselera tinggi dan mengerti kualitas.

Almond crispy itu ditawarkan Rp 20.000 per toples. Ada dua pilihan yang rasa original atau green tea. Begitu juga panacotta juga dikemas dua citarasa, yakni panacotta rasa  lemon dan rasa strawberry cream. Untuk panacotta-nya dibandrol Rp 15.000 per cup, sedangkan macaron dilepas Rp 6.000 per piece. Harga tiga produk tersebut sudah memperhitungkan biaya sewa dapur milik kampus.

”Tingginya animo konsumen terhadap almond crispy ini selain karena punya rasa unik, juga bentuknya yang tipis dan renyah ketika digigit. Wadahnya pun kami desain sendiri dari bahan mika transparan yang dihias sedemikian rupa sehingga tampil cantik,” terang Kenneth.

Diakui Ignazio Kenneth, keputusan bulat teman-teman membuka usaha sendiri dengan mendirikan Celcius Bakery ini termotivasi setelah mengikuti kuliah di Akpar Majaphahit. Pihaknya ingin memadukan materi kuliah dengan Entrepreneur, sehingga bisa dijadikan bekal untuk buka usaha sendiri setelah lulus kuliah kelak. Selain itu program ini juga memperkenalkan pendidikan lanjutan S1 Culinary Business.

Terus terang teman-teman yang bergabung di Celcius Bakery ini bisa satu visi dan misi setelah mereka duduk satu bangku kuliah. Kebetulan juga ke-20 mahasiswa ini punya chemistry yang sama untuk bertekad membuka usaha sendiri, sekalipun bermodal urunan  dari menyisihkan uang saku kuliah masing-masing.

Ide membentuk usaha sendiri ini sebelumnya  dikonsultasikan lebih dulu kepada pihak kampus dan diapresiasi oleh Chef Simon Marga, yang juga salah satu dosen Jurusan Pastry di Akpar Majapahit. Menurut Chef Simon, usaha ini merupakan ide orisinil mahasiswa yang tertantang untuk membuka usaha sendiri, dengan bermodalkan kecil-kecilan tetapi bisa untung. Juga bisa memerapkan program Kuliah Sambil Kerja.

Dari pantauan Chef Simon, setelah seminggu proyek mereka bergulir, tanda-tanda bahwa bisnis yang baru dirintis itu ada pembelinya, mereka semakin antusias untuk mengembangkannya bersama-sama.

”Fakta inilah yang membuat kami bangga atas kegigihan 20 mahasiswa baru tersebut dalam mengaplikasikan teori dan mempraktikkannya langsung untuk dijadikan lahan usaha yang diyakini bisa memberi benefid,” tandasnya.

Kenneth juga tidak khawatir kuliahnya bakal terganggu karena dirinya dan teman-teman mengerjakan pesanan ini seusai kuliah mulai pukul 13.00-15.00, sedangkan jadwal kuliahnya pagi mulai pukul 08.00-12.00. 

Demi mengerjakan pembuatan almond crispy, panacotta dan macaron, pihaknya –untuk sementara-- menggunakan fasilitas milik kampus yakni dapur pastry Tristar Culinary Institute Jl Raya Prapen J5 Surabaya. Kampus Baru ini mempunyai Laboratorium Patiseri yg terdiri atas 3 bagian yaitu: Chocolate Room, Pastry Room & Bakery Room. Lalu unt Laboratorium Tataboga nya terdiri atas: Hot Kitchen - Garde Manger Room - Butcher Room & Outdoor Kitchen unt BBQ & Garden Party.
Selain itu ada ruang Display untuk Mahasiswa mempresentasikan Hasil Praktek Kuliah & ada 1 ruang unt perkuliahan pendidikan lanjutan S1 Culinary Business.

Karya mahasiswa Akpar Majapahit ini juga di-display di Matoa CafĂ© yang berada di lobi Graha Tristar Jl Raya Jemursari 244 Surabaya. Untuk pemesanan, Anda bisa menghubungi HP 081216622674. Nah tunggu kapan lagi, buruan pesan sekarang juga, dijamin Anda pasti puas, 

Juwono Saroso selaku pembina yayasan Ekaprasetya Mandiri mengharapkan usaha ini bisa berlanjut menjadi besar dan kerjasama antar mahasiswa dan kampus bisa berlanjut untuk menangani project yang lebih besar lagi, Juwono juga optimis dengan adanya pengalaman berbisnis sejak mahasiswa, akan sangat bermanfaat pada saat terjun di dunia kerja maupun berbisnis sendiri. Kampus Tristar Culinary Institute di Prapen J5 juga akan membuka kelas Baking & Pastry Art kelas Advanced. Juga akan membuka kelas Culinology - Molecular Gastronomy dan Food Technology. Saat ini pihak kampus sedang mempersiapkan peralatan & bahan bahan nya. Sarana praktek & kerja juga makin lengkap dengan adanya Le Professeur Cafe & Resto di Kampus Tristar BSD Serpong yg akan dibukan Januari 2015.

Sabtu, 13 September 2014

Sanxing Resto - Tristar Culinary Kaliwaron - Tempat Praktek Mahasiswa

 “San Xing Resto”
San Xing resto adalah restoran dengan konsep chinese food. San Xing resto menyajikan berbagai menu masakan negeri tirai bambu yang cukup populer. Dengan tempat yang nyaman dan cocok untuk keluarga. Mengangkat konsep interior ala china menjadi salah satu keunikan dari restoran ini yang sudah berdiri di awal 2015, tepatnya 7 Mei yang lalu.
 San Xing resto sebagai tempat makan chinese food murah dengan sajian mewah ini terletak di Jl. Kaliwaron No. 58 - 60 Surabaya (tepatnya di lt. 1 gedung kampus Tristar Institute Kaliwaron) menawarkan aneka masakan chinese food yang dengan citarasa dan kenyamanan terbaik adalah dedikasi dari pengelola San Xing resto untuk menjadikan resto ini dapat dinikmati oleh berbagai macam kalangan serta menjadi terbaik bagi pelanggannya. Sanxing Resto juga merupakan tempat praktik mahasiswa Kuliner dan Perhotelan Tristar Institute Kaliwaron.
 Dengan jumlah karyawan lebih dari 15 orang resto ini mengutamakan pelayanan yang ramah dan cepat sehingga pengunjung dapat menikmati dan merasa puas bersantap di Chinese resto ini. Selain itu, bagi pengunjung yang muslim tidak perlu khawatir akan makanan Chinese yang di sediakan San Xing resto, karena seluruh makan tersebut dijamin kehalalannya.
 Menu makanan di San Xing resto, selain nasi ada juga aneka sayur, masakan olahan ayam, olahan daging sapi, dan udang. Seperti Cah Tauge Ikan Asin, Sup Asparagus, Ayam Lada Hitam, Daging Sapi Cah Paprika, Nasi Goreng XO, Tami Capcay, Tumis Buncis Saus XO, Udang BBQ Saus Oriental dan masih banyak lagi. 

Jangan lewatkan untuk menikmati menu andalan di San Xing resto, ada Dim Sum dengan cita rasa yang istimewa dengan harga yang murah meriah, Dim Sum San Xing di buat dengan resep andalan dan bahan pilihan membuat rasa Dim Sum San Xing menggelitik lidah pecinta kuliner. Ada  juga menu yang wajib dicoba yaitu Nasi Goreng Pasir. Nama yang cukup unik dan membuat penasaran. Nasi goreng dimasak dengan bumbu spesial San Xing, begitu dirasakan butiran nasi serasa bak pasir. 
 Pilihan menu andalan lainnya ada Ayam Panggang San Xing, terbuat dari paha ayam tanpa tulang yang di rendam dengan bumbu khas San Xing Resto membuat Ayam Panggang San Xing ini lebih Istimewa, ditambah mix vegetable yang segar. Pasti enak !
Seperti restoran lainnya San Xing resto menyediakan minuman yang tak kalah istemawanya seperti Chinese tea/ oolong. Namun tidak usah kawatir minuman standar seperti teh dan jeruk juga tersedia disini. Semua jenis makanan dan minuman dipatok dengan harga mulai 10 ribu – 30 ribu rupiah.

Dengan rasa yang lezat dan harga sangat terjangkau, serta fasilitas seperti AC, Free Wifi dan LCD TV menjadi alasan bagi pengunjung untuk mencoba berkuliner ala Chinese Food bersama orang-orang special seperti keluarga, sahabat, teman, pasangan hingga rekan bisnis. Bagi anda yang membutuhkan tempat untuk bisnis maupun rapat hingga pernikahan, Sanxing resto juga menyediakan tempat dan paket tersebut seperti Wedding Package, Event Package, Gathering, Meeting Room Conference hingga Catering Reservation.

San Xing resto buka setiap hari mulai dari jam 11:00 hingga 21.00 Bagi yang tidak sempat keluar rumah, San Xing resto menyediakan fasilitas Delivery service. Untuk reservasi dan customer service bisa hubungi 031- 5936652. *Upi
San Xing Resto
Jl. Kaliwaron No. 58 - 60 Surabaya

Rabu, 03 September 2014

Sekolah Masak Biaya Hemat - Kualitas Bagus @ Tristar Kaliwaron Surabaya

Membuat “Chocolate Showpiece” di Tristar Institute Kaliwaron


Dalam dunia pastry, coklat bisa diaplikasikan menjadi sesuatu yang bernilai seni tinggi yang biasa dikenal dengan chocolate showpiece. Keindahan chocolate showpiece yang menjulang selalu menjadi daya tarik tersendiri. Seperti yang dibuat oleh mahasiswa Tristar Institute Kaliwaron berikut ini:

Unik dan cantik, mahasiswa Tristar Institute Kaliwaron jurusan pastry sedang belajar materi mengenai pengolahan Coklat Praline ini tampak asyik bermain-main dengan coklat.  Bersama chef Valentinus Febrian yang cukup berpengalaman di dunia pastry, Chef muda berbakat ini mengajarkan kepada mahasiswa cara membuat chocolate showpiece. Yang dimaksud dengan Chocolate showpiece adalah sebuah miniatur atau patung berbentuk apapun yang berasal dari coklat, biasanya sering dilihat apabila menghadiri pesta-pesta. Nah, untuk bentuk dari showpiece biasanya bergantung kreasi masing-masing chef.
Selama proses pembelajaran, mahasiswa Tristar Institute Kaliwaron jurusan pastry mendapatkan banyak pembelajaran, diantaranya teknik menangani coklat.  Untuk membuat display showpiece, mahasiswa menggunakan 2 jenis coklat compound yaitu white & dark dengan total sebanyak 5 kg. Pembuatan showpiece ini berbahan full coklat, dimana chef Valen dan mahasiswa dalam menangani coklat lebih berhati-hati karena dibuat dengan cara dilelehkan terlebih dahulu dengan suhu yang sangat pas, kemudian baru mulai dibentuk. Membentuknya bisa menggunakan teknik figurine, yaitu teknik membentuk suatu figure dengan menggunakan cetakan (mold). 

Penasaran’kan? Dengan sangat teliti dan hati-hati, Chef Valen mengajarkan kepada mahasiswa teknik-teknik dan penggunaan alat-alat untuk pembuatan chocolate showpiece ini. Ingin bisa seperti mereka? Tristar Institute Kaliwaron memberikan kemudahan bagi Anda dalam berkreatifitas di dunia pastry untuk menjadi pastry chef profesional. *Upi


Kampus Tristar Culinary Institute, ada di:

Surabaya || Jl. Kaliwaron No. 58 - 60 Surabaya
(031) 8433224-5, 8480821-2, (031) 5999593
0812 3375 2227 ; 0812 3450 6326
Fax. (031) 8432050

Selasa, 26 Agustus 2014

Mahasiswa Baru 2014 Akpar Majapahit Belajar ’’Ice Carving’’




SURABAYA - Sekitar 77 mahasiswa baru jurusan Kuliner (Tata Boga) Akademi Pariwisata (Akpar) Majapahit tahun akademik 2014/2015 –kelas  pagi dan siang—belajar memahat dan mengukir es (ice carving). Pelajaran ini merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa yang kuliah jurusan Kuliner di lembaga pendidikan tersebut.


Mereka nampak antusias mengikuti teori dan  praktik memahat es yang disampaikan Sukamto, dosen luar biasa Akpar Majapahit, di area parkir sepeda motor kampus Akpar Majapahit, Jl Raya Jemursari 244 Surabaya, Selasa (21/08) siang.

Sebelum praktik memahat dan mengukir es dimulai, mahasiswa lebih dulu dikenalkan teori memahat es di kelas. Menurut Sukamto, ice carving adalah salah satu seni ukir yang menggunakan media es balok. Ada dua cara untuk membuat patung es: Anda dapat mengukir ke dalam balok es atau membuat cetak. Balok-balok e situ bisa diperoleh dari sungai atau danau yang membeku.

Biasanya, air yang membeku menjadi es hasilnya lebih bening. Hal ini lebih disukai seniman untuk membuat patung-patung es dan tentunya hanya ada di negara-negara yang mempunyai musim dingin. Di beberapa tempat pembuatan es balok bisa dilakukan dengan cara mncetak dalam freezer dengan ukuran yang sudah ditentukan atau dibuat oleh pabrik es.

Setelah mendapatkan penjelasan lengkap sejarah ice carving dan perkembangannya hingga saat ini, mereka langsung diajak praktik. Bahannya beberapa balok es ukuran 120 x 80 cm, siap  dipahat menjadi angsa  (dua buah), sepasang burung merpati (1 buah), huruf B (1 buah).

Peralatan yang disediakan untuk praktik mengukir es antara lain gergaji, alat pahatan/ukiran (aneka  peralatan), tatah (berbagai bentuk dan ukuran), alat bor dari besi hingga mal dari bahan yang tidak mudah meleleh seperti plastic dan stereoform.

Untuk mengukir balok es menjadi sosok angsa yang cantik, pertama-tama yang dilakukan adalah menempelkan mal kiri kanan pada balok es. Selanjutnya proses pemahatan dilakukan pada bagian yang mudah diambil antara kepala, leher dan sayap.

Sementara leher dan kepala angsa yang dibuat menempel dibor lebih dulu. Proses ini harus dilakukan hati-hati karena rentan patah. Nah, kalau sudah berlubang, tinggal dihaluskan dengan alat pahat secara hati-hati sesuai bentuk mal.

Setelah itu pekerjaan baru dilanjutkan dengan menghias sayap –sesuai bentuk mal—dengan pemahat berujung segitiga, untuk member kesan timbul pada hasil pahatan berupa sayap angsa.Dengan ketelitian tinggi dan kehati-hatian, praktik ini dilakukan di sisi yang satu dan sisi yang lain daripada balok es tersebut. Dengan demikian, jika semua pekerjaan mengukir es selesai, maka sosok angsa cantik terlihat utuh jika dilihat dari sisi kiri dan kanan.

Setelah pihaknya menjelaskan dasar teorinya dan mempraktik langsung bagaimana tatacara memahat dan mengukir es di hadapan mahasiswa, selanjutnya dosen mempersilakan masing-masing mahasiswa mempraktikkan apa yang sudah dipelajari di bangku kuliah.

”Kalian tidak perlu takut kalau salah atau hasil pahatan kalian kurang bagus, yang penting bisa memeragakan bagaimana memahat dan mengukir es secara baik dan benar dengan hasil yang memuaskan," terang Sukamto yang cukup telaten mengajari dan membagi ilmunya kepada mahasiswa ketika memeragakan cara memahat es.

Selain seni memahat dan mengukir es, mahasiswa Akpar Majapahit juga diajari seni mengukir bahan makanan (sayur dan buah-buahan). Boleh dikata seni menghias es dan bahan makanan ini hasilnya amat mengagumkan.Tak salah jika hampir di semua perayaan besar yang ada di dunia, hampir pasti kita temukan 'seni dari makanan' apakah itu berbentuk patung cokelat, naga dari buah semangka dan lainnya.

Hasil kreasi tangan-tangan trampil inilah yang membuat penampilan pesta pernikahan, misalnya, jadi sangat berbeda dari biasanya.Pada gilirannya bikin  tamu undangan pun senang berkat penampilan eksotik dari sebuah karya seni mengukir es dan buah. (ahn)

Untuk Informasi Pendaftaran, Silakan menghubungi:
081233752227, 081357866283, 081336563094, 081234506326.
Atau anda bisa juga add BB PIN:
2A1CE131, 2B517ECB, 2B425821, 2A6A1F4E.

Kunjungi juga web resmi kami di
http://www.majapahit.org ; www.tristarculinaryinstitute.com
Bergabunglah dengan AKADEMI PARIWISATA MAJAPAHIT - For The Best Future.

Minati Foodpreneur, Sekarang Belajar Memproduksi dan Memasarkan Sambal dalam Kemasan lewat Media Sosial


Lebih Dekat dengan Grace Christianna, Mahasiswi Culinary Class Tristar Institute Kaliwaron

 

SOSOK mahasiswi Tristar Institute Kaliwaron Kosentrasi Culinary Kelas Siang, Grace Christianna, saat ini getol belajar memproduksi dan memasarkan sambal dalam kemasan yang digeluti bersama kakaknya, Lucia Angelika Sugeng. Jadwal kuliah siang hari dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mempromosikan sekaligus memasarkan sambal kemasan ”Dapoer Kuno” melalui layanan media sosial.

Jumat, 22 Agustus 2014

Akreditasi B untuk Akpar Majapahit


Akpar Majapahit

Untuk Prodi Perhotelan dan Pariwisata

UPAYA Yayasan Eka Prasetya Mandiri –pengelola Akpar Majapahit meningkatkan kualitas belajar mengajar mahasiswa sesuai amanat Tri Dharma Perguruan Tinggi terus ditumbuhkembangkan, salah satunya adalah mengincar Akreditasi B dari Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT) Ditjen Dikti Kemendiknas.

Sebagai lembaga pendidikan tinggi swasta, akreditasi yang dipersyaratkan Ditjen Dikti merupakan keniscayaan yang harus dipenuhi (dari aspek legalitas) oleh pihak pengelolanya, demi menjaga nama baik dan kredibilitas lembaga tersebut di mata publik. Dua program studi DIII Akpar Majapahit yang diakredikasi adalah Perhotelan dan Pariwisata (Usaha Perjalanan Wisata).

Pada tanggal 26-28 Maret 2014, tim assessor BAN PT yang terdiri dari Dr Johanes Sulistyadi (Assessor BAN-PT) dan Dr Santi Palupi (Assessor BAN-PT) melakukan visitasi ke Prodi Pariwisata Akpar Majapahit, sedangkan tim satunya lain yakni Drs Maman Lukman (Assessor BAN-PT) dan Dr Diena Mutiara (Assessor BAN-PT) melaksanakan visitasi ke Prodi Perhotelan Akpar Majapahit 27-29 Maret 2014.

Kehadiran tim assessor BAN-PT ke kampus Akpar Majapahit disambut hangat segenap civitas akademika Akpar Majapahit, mulai Pembina Yayasan Eka Prasetya Mandiri Ir Juwono Saroso, Ketua Yayasan Evie Muliasari S.Si Apt, Direktur Akpar Majapahit Dr Sumani, SE, Msi, Ak, Asdir I Hedy W. Saleh SH, MBA, Msi.Par, Asdir II Otje Herman Wibowo Amd.Par, SE, Asdir III Mafthucha Dipl.Hot, SE, M.Par, para dosen dan mahasiswa.

Ditanya kesan dan pesannya seusai visitasi di Akpar Majapahit, Dr Diena Mutiara, assessor BAN-PT, yang juga UPH Jakarta, memberi apresiasi positif terhadap civitas akademika Akpar Majapahit, terutama semangat owner-nya yang luar biasa dalam meng-internasionalkan kampus yang dikelola nya.


“Jujur saya katakan bahwa kampus ini small is beauty. Kecil tapi indah. Untuk saat ini predikat itu layak disematkan kepada kampus yang berlokasi di Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya. Boleh dibilang unique,” ujarnya.

Ke depan, pihaknya banyak memberikan masukan dan saran yang konstruktif kepada pihak yayasan dan menawarkan diri mengadakan studi banding di kampus UPH Jakarta, dimana dirinya mengajar di sana. Bahkan dia siap membina Akpar Majapahit menjadi lebih baik lagi di masa depan.

Kaprodi Perhotelan Akpar Majapahit R. Paulus Sutrisno, SST.Par yang mendampingi Dr Diena Mutiara menambahkan, tim assessor tertarik melihat laboratorium  untuk praktik perhotelan di lantai 4 saat tour the campus. Fasilitasnya lengkap, ada kamar standar hotel bintang 4, lab housekeeping, front office, counter bar, toilet dan lain-lain.

Tim assessor BAN-PT ini juga menyempatkan diri melihat perpustakaan yang nyaman, demikian juga kondisi lab pastry dan culinary dinilainya cukup memadai. Visitasi tim assessor BAN-PT itu bertepatan dengan ujian massal mahasiswa –ujian mistery box (mahasiswa tidak tahu bahan apa yang dimasak).

Bahan mentah itu disediakan dosen dan baru diberitahukan kepada mahasiswa lima menit sebelum ujian. Untuk ini mahasiswa harus bisa memaksimalkan bahan baku yang disediakan sebelum diolah menjadi masakan yang siap saji. “Kalau saya melihat antusiasme anak-anak berkreasi saat mengikuti ujian massal, sungguh luar biasa. Amazing....,” puji Dr Diena Mutiara sambil tersenyum kepada mahasiswa.

Tidak hanya Dr Diena yang menawarkan studi banding, Dr Johanes Sulistyadi, Drs Maman Lukman dan Dr Santi Palupi pun menawarkan hal senada. Assessor BAN-PT yang juga dosen di STP Sahid Jakarta ini mengajak Ir Juwono Saroso melakukan studi banding ke STP Sahid dan jaringan Hotel Sahid Group, meskipun Hotel Sahid dengan STP Sahid terpisah secara manajemen.

Drs Maman Lukman menawarkan ratusan buku koleksi perpustakaan STP Bandung mulai hospitality, jurnal ilmiah, seminar dan sebagainya untuk digandakan demi kemajuan Akpar Majapahit. Hal ini disampaikan kepada Asdir III Akpar Majapahit Mafthucha Dipl.Hot, SE, Mpar., yang sudah dikenal lama sebagai dosen dan assessor BAN-PT.

Di mata Maman Lukman, keberadaan Akpar Majapahit dengan industry pariwisata sudah link & match karena kurikulum pendidikan yang disajikan kepada mahasiswa sudah ditunjang dengan fasilitas praktik di setiap perkuliahan dinilainya cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan SDM yang profesional dalam industry pariwisata dan perhotelan.

Pembina Yayasan Eka Prasetya Mandiri Ir Juwono Saroso mengatakan, visitasi tim assessor BAN-PT ke kampus Akpar Majapahit merupakan sejarah tersendiri bagi kampus yang masih dibilang ank bawang. Namun pihaknya terus termotivasi untuk menjadikan kampus ini lebih baik dan tumbuh kembang menjadi yang terbaik di Jatim bahkan di Indonesia.

“Kehadiran tim assessor BAN-PT kali pertama untuk mengakreditasi dua program studi (prodi) Perhotelan dan Usaha Perjalanan Wisata Akpar Majapahit, kami harapkan jadi stimulan karena sejak semula kami mengincar akreditasi B untuk kedua prodi tersebut,” kata Ir Juwono Saroso di dampingi Hendrik Adrianus, Kahumas Akpar Majapahit di kantornya, kemarin.

Nah, sebagai masukan konstruktif bagi penyempurnaan lembaga pendidikan ini semakin memicu dan memacu pihak pengelola Akpar Majapahit terus berbenah, mulai penyempurnaan metode (silabus) pendidikan, kompetensi dosen, aspek manajemen dalam pengelolaan perguruan tinggi (PT).

“Penambahan fasilitas belajar mengajar dan penunjangnya yang mengacu pada Standar Pendidikan Manajemen Internal (SPMI) dari Ditjen Dikti atau memakai standar BAN-PT hingga masalah sertifikasi dosen (serdos) demi memenuhi amanat Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat, juga tidak luput untuk kami sempurnakan,” pungkasnya.

Sekedar informasi, sampai sekarang ini, Akpar Majapahit memiliki 40 dosen tetap, puluhan dosen tidak tetap dan 400-an mahasiswa. Kampus  A beralamatkan di Jl Raya Jemusari No. 244, sedangkan Kampus B berlokasi di Jl Kaliwaron No. 58-60 Surabaya. (ahn)

Untuk Informasi Pendaftaran, Silakan menghubungi:
081233752227, 081357866283, 081336563094, 081234506326.
Atau anda bisa juga add BB PIN:
2A1CE131, 2B517ECB, 2B425821, 2A6A1F4E.

Kunjungi juga web resmi kami di
http://www.majapahit.org ; www.tristarculinaryinstitute.com
Bergabunglah dengan AKADEMI PARIWISATA MAJAPAHIT - For The Best Future.

Kamis, 21 Agustus 2014

Study Tour Mahasiswa Akpar Majapahit ke Thailand



Pulang dari Thailand, Dapat Ilmu ’Culinary, Hospitality & Tourism’ 
  

SEBANYAK 53 mahasiswa jurusan Perhotelan dan Pariwisata Akademi Pariwisata (Akpar) Majapahit didampingi Yanuar Kadaryanto dan Mickey Gunawan (Dosen Akpar Majapahit) danSuwono, kru divisi Multimedia Matoa Holding, mengikutiacara Study Tour to Bangkok, selama empat hari tiga malam, mulai 11 -14 Maret 2014.

Kegiatan itu merupakan salah satu agenda yang hukumnya wajib diikuti oleh setiap mahasiswa semester enam jurusan Perhotelan dan Pariwisata Akpar Majapahit.Pasalnya salah satu tugas akhir (TA) adalah membuat laporan tertulis kegiatan study tour tersebut.

Seperti disampaikan Dosen Akpar Majapahit Yanuar Kadaryanto, jika 2013 lalu, orientasi kegiatan study tour keluar negeri adalah mengunjungi Singapura, namun dalam study tour tahun ini giliran Thailand yang dikunjungi mahasiswa  Akpar Majapahit. Secara umum, study tour itu bertujuan untuk mengenalkan kebudayaan Negara lain dan mengenalkan objek-objek wisata unggulan di Thailand kepada mahasiswa.

Info Kuliah:
Tataboga - Patiseri - Perhotelan - Pariwisata - S1 Culinary Business 
  Jakarta     : 081286358533. PIN BB: 2A96E298.
Surabaya  : 081336563094. PIN BB: 2B425821
                     081234506326. PIN BB: 2A6A1F4E


Selain menikmati keindahan objek-objek wisata yang eksotis di Bangkok dan Pattaya seperti city tour Bangkok melihat keunikan Wat Arun, pusat perhiasan GEM Gallery, Sleeping Buddha, juga mampir ke peternakan lebah Bee Farm, kebun bunga Noong Noch hingga Banci Show di Pattaya, mahasiswa juga melakukan studi banding dengan sekolah culinary asal negeri Prancis yang membuka cabang di Bangkok, yakni  Le Cordon Blue.

“”Selama di Thailand, kami selain menikmati objek wisata di Bangkok dan Pattaya, juga mengajak mahasiswa melihat dari dekat kelebihan sekolah perhotelan Le Cordon Blue yang berpusat di Prancis dan membuka cabang di Bangkok,” terang Yanuar sekembalinya dari Thailand, kemarin.

Dalam studi banding itu pihaknya melihat ruang kelas, kitchen, materi kuliah dan fasilitas pendukung yang lainnya.Kedatangan mahasiswa Akpar Majapahit ke kampus Le Cordon Blue itu untuk melihat dari dekat berbagai keunggulan lembaga pendidikan tersebut.

Rombongan mahasiswa dan dosen Akpar Majapahit ini terbang langsung dari Surabaya tujuan Bangkok dengan maskapai Air Asia. Mereka  di-handle oleh Matoa Tour & Travel. Selama di Bangkok dan Pattaya, anggota rombongan ditemani oleh seorang guide Mr Syarif, pria muslim asli Thailand yang pernah tinggal di Tulungagung dan kuliah di Universitas Brawijaya.

Di mata Nugroho Hani Sasongko, mahasiswa D3 Perhotelan dan Pariwisata Akpar Majapahit, study tour ke mancanegara merupakan sesuatu yang amazing. Dengan membayar biaya paket tour Rp 3.950.000,00 (hampir Rp 4 juta) yang telah dibayar mahasiswa pada kuliah semester lima dan enam, sudah termasuk study tour ini. 

Info Kuliah:
Tataboga - Patiseri - Perhotelan - Pariwisata - S1 Culinary Business 
  Jakarta     : 081286358533. PIN BB: 2A96E298.
Surabaya  : 081336563094. PIN BB: 2B425821
                     081234506326. PIN BB: 2A6A1F4E
Dengan biaya sebesar itu, peserta menikmati objek-objek wisata nan eksotis di negeri Gajah Putih –kecuali melihat atraksi Banci Show di Pattaya yang harus merogoh kocek sendiri sebesar 700 bath—dan menginap di di hotel berbintang. Dan, yang tak kalah hebohnya, peserta bebas menikmati aneka sajian kuliner khas Thailand, yang belakangan mulai merambah Surabaya
Selama di Thailand, ia melihat sendiri bagaimana keramahan orang Thailand terhadap wisatawan yang datang. Selain itu, dia juga salut terhadap cara pihak Thailand mengemas objek-objek wisata sehingga memikat para turis untuk betah berlama-lama menikmati sisik melik keindahan dan keunikan budaya masyarakat Thailand.

Dari sisi kulinernya, Nugroho tidak sepenuhnya cocok dengan masakan Thailand. Bagi dirinya, ada beberapa menu yang tidak bisa diterima lidahnya, seperti sayur tom yang, karena terlalu kuat aroma daun ketumbar.”Ini saya kurang cocok.Solusinya, biar perut saya   tidak keroncongan, akhirnya saya mesti pilah dan pilih menu yang cocok dengan lidah seperti ikan bumbu asam manis, dadar telur,” ujarnya terus terang.

Dari sekian objek yang dikunjungi, Nugroho mengaku sangat terkesan dengan kebersihan Pantai Pattaya yang tidak berbeda jauh dengan Pantai Kuta di Bali..Pantainya bersih, jalan-jalannya mulus dan di kiri-kanan banyak kafe dan resto, souvenir shop, hotel dan  penginapan berkelas.


Senada dengan Nugroho, Alvan Alvianus, juga Mahasiswa D3 Perhotelan Akpar Majapahit juga mengacungkan dua jempol terhadap kegiatan study tour ke Thailand yang baru saja diikutinya. ”Objek wisata yang dikemas pihak tour leader betul-betul asyik, menyenangkan dan tempatnya keren-keren. Pokoknya amazing-lah,” kata mahasiswa berkacamata minus ini memuji.

Ia mengaku senang karena semua makanan yang disajikan  rata-rata enak, seperti Tom Yang, Mangga Ketan hingga makanan ekstrem (extreme food) yakni kodok dibumbui saos, serangga goreng dan ulat dikasih saos. 

Pemandangan alamnya juga keren dan akses jalan menuju objek wisata rata-rata mulus dan bersih.Ini patut ditiru oleh pemangku kepentingan dalam industry pariwisata di Jatim umumnya dan Surabaya pada khususnya.

Beberapa objekwisata yang membuat dirinya sangat berkesan, yakni Wat Arun.Candi Buddha dengan tinggi menjulang itu coba didakinya sampai puncak, ”Waduh pas turunnya lumayan susah banget dansaya harus ekstra hati-hati (untuk tidak bilang takut),” tutur Alvan sambil tersenyum.


Berbeda dengan Nugroho dan Alvan, Dhea Coryna, juga mahasiswa D3 Akpar Majapahit yang mengikuti kegiatan itu, berujar, dirinya lebih sreg dengan acara studi banding di Kampus Le Cordon Blue. Sekolah kuliner yang berpusat di Paris dan membuka cabang di Bangkok itu betul-betul mencerminkan sekolah kuliner yang berkelas.

Hampir seluruh ruang kelas di kampus Le Cordon Blue rata-rata bersih, layaknya hotel berbintang. Kitchen dan teknis penyajian masakannya mengedepankan aspek higienis.Aspek higienis itu yang dijaga betul oleh pihak pengelola sekolah.

Info Kuliah:
Tataboga - Patiseri - Perhotelan - Pariwisata - S1 Culinary Business 
  Jakarta     : 081286358533. PIN BB: 2A96E298.
Surabaya  : 081336563094. PIN BB: 2B425821
                     081234506326. PIN BB: 2A6A1F4E



Dari aspek perkuliahan, dirinya juga terkesan karena teori dan praktik yang diajarkan oleh chef (dosen), bisa langsung dipraktikkan di laboratorium (kitchen).Satu hal lagi yang membuatnya terkesan adalah fasilitas di lab multimedia. ”Wah, lab multimedianya betul-betul bagus dan super lengkap,” ujar Dhea seraya menambahkan bahwa perkuliahan di Le Cordon Blue menggunakan bahasa Inggris termasuk petugas resepsionisnya.

Menyinggung soal biaya kuliah D4 di Le Cordon Blue, Dhea mengakui cukup fantastis. ”Untuk tiga bulan pertama dikenai 210.000 bath atau setara Rp 77,3 juta. Jadi kalau sembilan bulan, mahasiswa harus bayar sekitar Rp 210 juta. Wooo…, biaya sebesar itu saya kira sebanding dengan kualitas dan nama besar Le Cordon Blue,” pungkas gadis cantik ini mencoba membandingkan dengan biaya kuliah di tempatnya belajar sekarang. (ahn)

Untuk Informasi Pendaftaran, Silakan menghubungi:
081233752227, 081357866283, 081336563094, 081234506326.
Atau anda bisa juga add BB PIN:
2A1CE131, 2B517ECB, 2B425821, 2A6A1F4E.

Kunjungi juga web resmi kami di
http://www.majapahit.org ; www.tristarculinaryinstitute.com
Bergabunglah dengan AKADEMI PARIWISATA MAJAPAHIT - For The Best Future.